Selamat Datang!

Memotret dari Berbagai Nongkrong anak Berseragam Sekolah




Di Masa kini masih saja anak-anak sekolah masih tetap bolos sekolah entah sudah menjadi tradisi yang tak terpisahkan dari kesekian kalinya hampir keseluruhan anak usia sekolah.

Kira pagi-pagi itu tepat pukul 7:15 pagi , saya keluar rumah untuk memulai aktivitas. Saat hendak menjemput teman, saya melihat potret yang susah untuk diungkapkan dengan kata kata.
Selusin lebih anak anak berseragam SMP sedang asyik Merokok, di saat jam sekolah sudah mulai. Sembari menunggu teman, saya lalu tertarik untuk lebih dekat ke tempat mereka sedang asyik tertawa untuk menguping.
Dan...
Hal yang sedang mereka lakukan adalah:
(1) Asyik diskusi alot dengan Topik: GURUKU MUSUHKU. Ini petikan diskusi super alot mereka:
Si A : "Mamayo, Linda itu dia pu kebiasaan terlalu bikin e...kasih PR pu banyak apa"
SI B : "Itu sudah, makanya sa malas masuk sa belum kerja PR. Nanti dia teriak sa kayak dia teriak ko kemarin: "WOY ANAK SETAN KO INI PAMALAS...TRA USAH SEKOLAH SUDAH"
(Mereka lalu tertawa kencang...)
(2) Sedang nonton film dewasa. Kenapa saya menyimpulkan demikian karena ini petikan suara aneh yang mereka keluarkan.
SI C: "Anjingggg pu besar apa...kayak balon ale..."
SI D: "Bangsat...diaXXXXX..."
SI E: " Ko dapat xxxx baru ini darimana?...kirim dulu pake tahan-tahan"
(mereka lalu hening...)
Sebelum mereka semakin menjadi jadi saya lantas refleks mengambil HP lalu berniat merekam aksi mereka.
Baru saja berjalan dan meng-on kan perekam video, mereka langsung seperti semut yang lari ketakutan karena sarangnya disiram minyak tanah.
Aneh... Saya tertarik untuk mengkonfirmasi terkait dengan hal ini kepada teman saya.
Jawabannya adalah : "anak anak itu setiap pagi selalu begitu, kita warga su tegur tapi dong malah teriak balik dan makin menjadi jadi"
Inilah potret suram adik adik zaman now.
Mereka menjadi KORBAN "pembudayaan" yang keliru.
Namun...
Mari berefleksi sejenak apakah "pure" mereka yang salah?
Bagaimana dengan kontribusi pendidikan informal dalam keluarga?
(Orang tua malas tahu kah ??? Orang tua broken home kah??? Orang tua alchoholic kah???)
Bagaimana dengan konsep pendidikan formal dalam sekolah?
(Guru terlalu galak kah???Suasana sekolah terlalu horror kah???Dinamika sekolah terlalu kaku kah???)
Konsep Pendidikan terbaik di dunia menurut sebuah artikel pada nationalgeographic.co.id adalah
Inovasi negara ini pada bidang pendidikan sudah diakui secara internasional.
Salah satu konsep pendidikan mereka adalah guru menilai prestasi anak anak didik bukan dari PR dan Ujian.
Mereka percaya pada kelebihan bermain dalam belajar, berimajinasi, dan menemukan jawaban sendiri. Anak-anak dimotivasi untuk dilebihkan porsi bermain dan bersosialisasi dengan rekan sebaya.
Tidak hanya itu, mereka juga dibiasakan untuk meneliti/observasi sendiri lingkugannya. Bahkan penilaian tugas tidak dilaksanakan guru sampai mereka memasuki kelas 4 SD.
Sampai jenjang SMA pun, permainan interaktif masih mendominasi metode belajar.
Notabene konsep pendidikan oleh Finlandia ini tidak beda dengan konsep dari KI HADJAR DEWANTARA.Jadi...Apa salahnya jika kita kembali ke belakang, kata Ki Hadjar Dewantara:
"Taman siswa menurunkan mutu pengadjaran dan membawa kita kembali sepuluh tahun ke belakang!
Memang kita harus kembali beberapa puluh tahun, kita amat mengingini untuk menemukan 'titik tolak' agar kita dapat berorientasi kembali: kita telah salah djalan"
#mysterium
Share this post :
Posting Komentar

Google+ Badge

 
Support : bloggerpapua.idm | DownloadRPP | bloggerpapua.id
Copyright © 2015. Fransiskus Kobepa - All Rights Reserved
Admin by dzulcyber.com
Proudly powered by Blogger