Selamat Datang!

Julukan Kota Emas "Papua"

Bercerita tentang kota emas merupakan sesuatu yang luar biasa dilihat dengan namanya sudah mengarah pada keistimewaan tersendiri "emas" yang merupakan incaran setiap orang
awal cerita

Regina dan Tomi bersahabat. Regi perempuan Belanda dan Tomi laki-laki Papua. Regi mempunyai boneka bernama Sarinah. Suatu waktu kedua sahabat ini bermain kejar-kejaran, tanpa disengaja Tomi menabrak kursi tempat boneka itu diletakkan. Kursi patah, boneka Sarinah jatuh kepalanya pecah.

Mengetahui hal itu, Regi marah besar karena tahu bonekanya rusak. Regi melemparkan satu kata yang menyakitkan kepada Tomi, "bodoh". Dengan kekesalan akhirnya kedua sahabat itu berpisah. Masing-masing pulang ke rumah mereka. Tomi kembali ke Syane, ibunya. Tetapi karena tidak ada kedamaian, Tomi berlaku sebagai anak yang suka melawan kepada ibunya. Ia tidak betah tinggal di rumah, akhirnya ia lari ke hutan dan tinggal di balik akar-akar kayu.
###
Pada tahun 60an Belanda dan Papua membentuk satu negara yang kata orang disebut negara boneka West Papua. Gedung Sarinah (dekat Taman Imbi Jayapura) adalah tempat di mana Belanda dan Papua menyusun perangkat pemerintahan tersebut.
Tetapi tahun 1969 Papua "salah bermain" yang akhirnya merusakkan apa yang sudah dibuat di Gedung Sarinah. Semuanya hancur. Kedudukan (kursi) dari jabatan-jabatan yang sudah dibentuk patah arang. Dengan sakit hati Belanda menyayangkan "kebodohan" Papua sehingga dengan berat hati keduanya berpisah. Belanda pulang ke Motherland Netherland, sedangkan Papua kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.
Sekalipun sudah kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, Papua tidak betah tinggal di Ibu Pertiwi. Yang terjadi adalah Papua sering kontradiksi dengan kebijakan dari Pemerintah Ibu Pertiwi. Akhirnya, banyak dari Papua yang lari ke hutan berjuang di balik rimba raya.
***
x

Minta maaf saya tidak bercerita politik karena saya tidak suka politik sehingga cerita ini tidak ada urusannya dengan politik yang sedang bergelora. Tetapi sebenarnya ada rahasia di balik cerita KOTA EMAS yang ditulis dalam buku karangan I. S. Kijne ini. Ujung dari cerita ini di mana kedamaian yang selama ini hilang, suatu saat akan kembali bukan karena "boneka Sarinah" tetapi karena "Kota Emas".
Kekisruhan yang terjadi di tanah Papua akan segera berakhir ketika Tomi pergi ke Kota Emas. Boneka Sarinah memang yang menyebabkan kedamaian itu hilang, tetapi I. S. Kijne menulis bahwa bukan boneka itu yang memberikan mereka berdua damai, akan tetapi nyanyian yang berasal dari dalam Kota Emas.
Share this post :
Posting Komentar

Google+ Badge

 
Support : bloggerpapua.idm | DownloadRPP | bloggerpapua.id
Copyright © 2015. Fransiskus Kobepa - All Rights Reserved
Admin by dzulcyber.com
Proudly powered by Blogger