Selamat Datang!

"Stop Rokok" Berdamai dan Membangkitkan Kembali Kepercayaan Orangtua

 
Ilustrasi
'kadang berdamai itu sulit diterjemahkan dikeluarga ,apalah daya ketika kita sudah dijustifikasi anak yang bandel dan sangat reseh dirumah bahkan disekolah'

Bermula ketika saat aku lahir hingga pada waktu itu beberapa tahun lalu sebagai anak lelaki yang baru berumur belasan tahun masa puber (remaja) tepatnya aku menjalani pendidikan disekolah ku yang baru ,sudah tak terasa 6 Tahun lamanya aku begelut di bangku sekolah dasar ( SD),wah sudah saatnya aku masuk ke jenjang pertama yaitu Sekolah menengah pertama alias SMP ,kali ini memang sudah sangat serius bagiku untuk tak main-main lagi entah itu main kelereng,karet dan bermain bola namun sangat disayangkan nasehat - nasehat orangtua dirumah terutama ayahku yang sering tegur aku untuk belajar lebih giat ,aku hiraukan bahkan sekali kali aku dikejar dan dipukuli,tapi tak papalah aku rasa itu sudah menjadi hal biasa bagiku.
Sudah saatnya mengikuti proses belajar mengajar di kelas baru ku SMP ku tak jauh dari rumah salah satu sekolah yayasan yang bisa dibilang sangat ketat dan sangat bermutu,wahh hal ini kadang buat hatiku duk-dak tapi tak papalah aku harus kuat,walaupun kemampuan belajarku sangat dibawah rata-rata ,tetapi aku coba tampil percaya diri dikelas.
Dikelas itu kalau tak ada bapak/ibu guru susananya berubah sangat ribut dan ramai sekali teman-temanku dari berbagai suku ,ras dan agama yang berbeda . akan tetapi kita bergaul satu sama lain layaknya sebuah keluarga yang baru dikelas itu,walau kadang,ramah,ribut dan kadang rusuh dikelas tetapi bagi kami itu sudah menjadi warna dikeseharian kami.
Ketika itu sememang sudah tak asing lagi bagi kami untuk mencoba-coba hal-hal yang baru wauww pasti kalian ketahui bahwa anak-anak muda memang sangat gemar dengan hal-hal yang sangat keren dilihat dan bayangkan di pikiran kita sejak itu,kami mencoba menghisap rokok dibelakang sekolah nah itulah sesuatu awal yang sangat baru bagiku dan teman-teman sebayaku khususnya temana lelaki yang ada dikelas.

Sudah hampir setiap keseharian sudah menjadi hal yang sangat luar biasa,sebab kami akan menyisikan waktu kami dibelakang sekolah untuk menghisap rokok itu ,ada beberapa teman-teman yang baru mencoba merorok,dan ada juga teman kita yang sudah ketagihan dengan rokok,mau tidak mau kita pun akan ketagihan menghisap rokok ,jujur saja "rokok Sampoerna Putih menjadi salah satu rokok Favorit bagi kami"walaupun kadang kami mencoba Rokok mereka lain Seperti Surya,Djarum Black bahkan Rokok Bentoel pun kami mencobanya,walaupun kadang - kadang batuk-batuk juga hee.walaupun kadang kami membeli rokok dengan mengorbankan uang jajan keseharian kami kadang saling baku tambah hingga membeli 1 Bungku.

Waduh...ketahuan juga kelakuan kita waktu sekolah dulu,hal tersebut pun kita lakukan saat masuk di SMK wah..sudah terasa sifat dewasa kita,heee walaupun masih di jaga-jaga orangtua akan tetapi wahh biarkan kami bereksperesi,itulah  pemikiran kami saat itu. jangankan guru disekolah dirumah pun pastilah kita percaya diri,heee.. walaupun kadang diluar sekolah Menghisap rokok sudah merupakan hal yang wajar bagi lelaki,akan tetap masih tetap diawasi oleh bapak guru dan orangtua dirumah,namun hal itu tetap saja menjadi rahasia teman-teman yang merokok dan berbagi rokok saat susah di sekolah.. heee...walaupun kadang kita harus kembali mengorbankan uang jajan kita namun tak papalah mungkin kita belum memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap.heee...
Setelah Sekolah ,kini aku beranjak ke bangku kuliah . wahh ini sudah saatnya aku harus banyak-banyak berpikir tentang masa depan. kadang bagiku masa depan saat itu tak terlihat dengan jelas,sebab masih bingung juga harus bagaimana dan kuliah pun harus bagaimana dan apa yang harus aku hadapi nantinya,dengan kelakuan seperti ini kemungkinan bagiku pasti sia-sia,akan tetapi aku tetap mencobanya,apalagi Orangtuaku terlihat akan membantu dalam biaya kuliah ku ,saat itu aku berencana merantau.wah itulah pengalaman pertama yang asik dan sedih juga jauh dari Orangtua,tetapi lama-lama kucoba kuat hadapinya.
Pagi itu guruku yang ganteng biasa di panggil pak Sem Purbo ,sudah memberikan isyarat bahwa ada informasi masuk universitas "wah ada syukur dalam hatiku saat itu,sebab aku salah satu orang yang dipilih" kuliah disalah satu universitas ternama di papua itu.

Walaupun jarak dan waktu itulah berpisah dengan orangtua apala daya ,walaupun hanya dengan telepon dan sms yang dapat memberitahukan keadaanku saat itu,sebetulnya kebiasaany merokok yang aku bawah sejak sekolah pun terbawa hingga kuliah ,wahh orangtuaku mungkin masih meragukan bahwa aku akan sukses sebab ,hampir setiap hari aku habiskan satu bungkus rokok dan itupun disadari orangtuaku bahwa aku akan tak mampu untuk memenets uang bulanan bahkan uang taxi ke kampus dan sehari-hari.
Waduh hari itu sangat panas sekali aku sudah memulai aktivitas kuliahku ,walaupun dengan menaiki Ojek ke kampus,akan tetapi pulangnya harus jalan kaki turun bukit kampus itu yang berada diwaena alias Uncen itu. Sudah hampir satu tahun aku jalani proses kuliahku dengan baik walaupun kuliah dengan rasa sangat penat dan bosan ,akan tetapi kadang kebiasaanku merokok masih tetap mengangu kuliahku,kini aku coba berulang kali untuk berhenti namun masih saja susah hingga akhirnya aku mengambil komitmen yang kuat untu melepas merokok ,hanya dengan satu alasan yang dibuat orangtuaku sejak itu "kalau merokok dan masih tetap merokok uang akan dikirim pas-pasan aja tidak lebih ,sebab pasti akan membeli rokok yang tak berguna itu'waduh itulah kata ayahku dengan sepintas,namun tak apalah aku coba bertahan saja,dan mencoba coba mencari berbagai kesibukan yang posifif aktiv organisasi,mabebeasupun aktif berbagai kegiatan,nah ternyata hal itu sedikit membantu untuk melupakan rokok itu,dan perlahan -lahan mencoba hemat,bahkan tiap hari aku makan nasi dan kecap bahkan kadang nasi dan garam, kadang aku tak diberi duit lebih sebab orangtuaku pasti berpikir akan membeli rokok lagi...ketagihan itu sudah mudah teratasi dan akhirnya aku bebas total dari rokok. ini sesuatu hal yang aneh sebenarnya bagiku sebab aku mampu mengatasi rokok itu,entah itu alasan duit ataupun alasan lainnya akan tetapi itulah pilihan yang saya ambil bahwa harus berubah demi kebaikan kuliah dan kehidupan dirantau saat itu. Hari libur kuliah seperti biasanya saya pulang ke Nabire tempat orangtua saya sudah beberapa bulan reaksi saya sudah berbeda dirumah,bahwa saya tidak lagi merokok. bukan hanya orangtua tetangga pun heran tak merokok lagi ,heee aku sengaja dirumah dan tak keluar sudah hampir dua bulan dirumah saja,dan tak merokok hal itu aku lakukan untuk mengambil perhatian orangtua bahwa sesungguhnya saya sudah total tak merokok lagi,ayah dan ibu pun heran "saya hanya berkata "saya coba fokus kuliah dulu ,makan dan minum sebab rokok sudah merugikan uang"itulah kata saya kepada orangtua,tak pikir panjang lagi orangtuaku terkagum sejenak dan diam mereka berpikir apa,tetapi aku rasa mereka sangat senang dengan perubahanku ini.

Lanjutlah tulisan ini saya tulis bahwa ketika saya balik ke jayapura melanjutkan kuliah itu seperti hal biasanya kuliah pulang dan berbagai waktu untuk kegiatan organisasi,waktu itu bisa dibilang hampir seluruh organisasi aku aktif walaupun hanya sebagai anggota ,aku mendapat pelajaran berharga disana. bulan demi bulan aku lewati hingga sering aku meminta duit untuk membeli laptop ,diberikan orangtua,aku meminta duit lebih diberikan orangtua,ketika itu aku sadar bahwa orangtuaku sudah sangat percaya dengan tekad dan niatku untuk sukses dibangku kuliah,kadang aku heran dengan berubahnya perilaku orangtua yang sudah sangat baik,aku bertanya mengapa bapa dan mama memberikan uang  tanpa tanya lagi,ayahku hanya menjawab"bapa percaya kamu nak,disini bapa dan mama memberikan uang untuk kebutuhan mu yang berguna,sebab kamu tak merokok lagi,bapa sudah yakin kamu gunakan uang yang dikirim itu dengan baik"mendengar hal itu saya sangat bangga dengan orangtua yang memberikan kepercayaan penuh kepada saya,bahkan memberikan kiriman uang lebih dari yang dimintaku. hal ini kadang jarang sekali disekitar teman-teman kampusku yang merasakan hal yang sama.

Hal tersebut aku mengumpulkan uang yang lebih hingga membeli sebuah motor bekas Honda yang sederhana,untuk membantuku dalam proses kuliahku. hasil dari tersebut membuat segala aktivias yang rumit terselesaikan dengan baik,dari hal tersebut saya belajar banyak tentang bagaimana mengambil kembali kepercayaaan orangtua walaupun mereka sudah tak mau urus dan malas tau dengan kehidupan,akan tetap hal semacam ini membuat mereka lebih bangga dengan jerih payah dan usaha kita,dan mereka sebagai orangtua akan mendukung dengan memberikan sebuah bantuan yang lebih dan bermanfaat.
Share this post :
Posting Komentar

Google+ Badge

 
Support : bloggerpapua.idm | DownloadRPP | bloggerpapua.id
Copyright © 2015. Fransiskus Kobepa - All Rights Reserved
Admin by dzulcyber.com
Proudly powered by Blogger