Selamat Datang!

Lestarikan Bahan Lokal Demi Kejayaan Produk Lokal Dalam Festival Danau Sentani

Bapak Korry Ohee (baju abu-abu),Memberikan Penjelasan

Melestarikan bahan lokal dan mempertahankan produk kini menjadi suatu permasalahan yang di hadapi hamper seluruh wilayah Indonesia sekarang masih minimnya aspreasiasi masyarakat khususnya anak muda terhadap bagaimana melestarikan bahan-bahan lokal maupun produk lokal yang dihasilkan dari kerajinan mereka anggap tidaklah patit dibangakan. Perlu disadari dari kedua sisi ini banyak produk lokal itu sendiri memiliki kekuragan mutu dan kualitas produk.sedangkan kalau dilihat disisi lain kita masyarakat papua perlu menghargai dua sisi itu sebagai bahan lokal kita
tentu saja perlu dibenahi dengan baik dari sisi kualitas bahan lokal maupum kesadaran masyarakat terutama anak muda untuk mengahargai produk lokal yang ada beberapa contoh fenomena yang membuat tampilan baru dalam produk kreatif di sentani yang belum lama ini ditampilkan dari kelompok informasi masyarakat (KIM) Papua dalam binaan Pemerintah di papua yaitu dompet kulit kayu,topi kulit kayu maupun burung cendrawasih dari serabut kepala hal-hal ini mampu memberikan dampak yang positif diantaranya dapat membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi angka pengangguran di papua. selain itu yang paling utama,cendrawasih terbuat dari serabut kelapa ini mampu menanamkan kebanggan tersendiri mampu menanamkan kebangaan dalam memakai bahan lokal yang tidak kalah menarik dari burung cendrawasih yang asli dari segi kualitas desain kreativitas anak muda maupun masyarakat pada umumnya kini kian terarah untuk terus menerus mengasah kemampuan dalam persaingan di dunia industri kreatif ini ada beberapa produk lokal yang trend akhir-akhir ini di pakai anak muda terutama mahasiswa seperti contohnya Tas diganti dengan Noken hal ini menunjukan bahwa generasi muda papua sampai saat ini menyadari bahwa produk lokal dengan bahan lokal mempunyai nilai yang tinggi. 

Untuk permasalahan yang ada,minimnya aspresiasi masyarakat terhadap produk lokal terutama mendukung dalam melestarikan bahan-bahan lokal akan tetapi dengan diselenggarakannya Festival Danau Sentani (FDS) menunjukan suatu perhatian yang baik yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Jayapura Dalam Melestarikan Budaya,Tarian dan Juga Produk Lokal yang dihasilkan Masyarakat di Seputaran Danau Sentani, Menurut wawancara dengan salah satu warga masyarakat yang juga seniman di daerah sentani tempat akan berlangsungnya FDS (festival danau sentani) bapak Korry Ohee Mengatakan bahwa “sekarang ini sudah sangat susah mendapatkan bahan-bahan untuk di pakai seperti kayu Khombow ,menurutnya kayu ini sudah jarang dilesarikan disekitar masyarakat sini karena perkembangan pembangunan dan kesadaran masih kurang. kayu khombow ‘salah satu kulit kayu yang dipakai untuk hiasan dinding maupun noken’ khususnya khas asli daerah sentani. “kayu khombow saat ini kita pesan di beberapa daerah tetangga seperti kampung Nafri dan Genyem”katanya saat diwawancarai ketika ditanya tentang di mana bahan-bahannya diambil. Hal ini menjadi perhatian bersama terutama masyarakat sekitar, untuk kembali melestarikan kayu tersebut sebagai bahan lokal untuk menghasilkan berbagai macam produk yang bermanfaat dengan nilai jual maupun nilai seni yang sangat tinggi.

Dengan adanya KIM (kelompok informasi masyarakat) yang turut mempromosikan produk lokal dalam jejaring komunitas akan terus berkembang secara optimal,secara berkesinambungan diperlukan peran pemerintah daerah (kabupaten/kota) dalam membangun potensi produk lokal melihat dari beberapa pengalaman yang telah yang telah dilakukan adalah Pemerintah memfasilitasi masyarakat dengan pembeli produk melalui order online hal ini sudah pernah dilaksanakan oleh Dinas TIK Provinsi Papua mengembangkan situs Online dengan alamat url : kim.pulaupapua.org beberapa waktu lalu dan mendapat aspresiasi dari berbagai kalangan mempunyai produk unggulan di promosi secara online hal ini sangat efektif. 
Bagi pemuda diharuskan mampu memanfaatkan potensi yang ada melalui langkan mempromosikan produk lokal masyarkat melalui media social seperti (Facebook,Twitter maupun Website) dan juga perlu membentuk pondok belajar (pusat latihan) yang dibanggun oleh Pemerintah ataupun di banggun dengan dana Swadaya masyarakat hal ini untuk mendidik anak muda maupun masyarakat yang ingin belajar untuk mempertahankan potensi maupun kreativitas sehingga produktivitas produk lokal agar terus menerus dikembangkan dan tetap ada hingga anak cucu kita. 

 #FDS2016 #FestivalDanauSentani 

Artikel ini Merupakan  Keikut Sertaan Dalam Kompetisi Travel Article Award  Festival Danau Sentani digelar dalam menyambut dan mempromosikan Festival Danau Sentani 2016 yang dilaksakan oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura pada 19-23 Juni 2016. 


Penulis     : Fransiskus Xaverius Kobepa
Alamat     : Jalan.Baru Kotaraja
Emai         : xaveriuskobepa@gmail.com
No HP        : 081344858521
Facebook     : https://www.facebook.com/fransiskusxaveriuskobepa
Twitter      : https://twitter.com/PapuaLives
Blog Pribadi     : fransiskus-kobepa.blogspot.com
Share this post :
Posting Komentar

Google+ Badge

 
Support : bloggerpapua.idm | DownloadRPP | bloggerpapua.id
Copyright © 2015. Fransiskus Kobepa - All Rights Reserved
Admin by dzulcyber.com
Proudly powered by Blogger