Selamat Datang!

Ternyata Gereja Punya Santo Pelindung Internet


Dia adalah Santo Isidorus dari Sevilla. Lahir di Cartagena, Spanyol, pada sekitar tahun 566. Santo Isidorus menjadi Uskup Sevilla pada masa orang-orang Visigoth, bangsa barbar, menguasai penuh seluruh Spanyol. Orang-orang ini menganut ajaran sesat Arianisme yang menolak keilahian Kristus dan membawa budaya barbarisme. Pada masa itu pendidikan semakin menghilang oleh budaya barbarisme ini.

Santo Isidorus melihat pendidikan sebagai cara untuk meredam barbarisme sekaligus membawa orang-orang Visigoth kembali ke ajaran yang benar. Pada Konsili Toledo IV yang dimulai tanggal 5 Desember 633, Santo Isidorus ditunjuk memimpin konsili tersebut oleh persetujuan bulat para uskup yang hadir. Konsili ini mendekritkan seluruh keuskupan di Spanyol harus mendirikan seminari dan sekolah-sekolah untuk mendorong pendidikan Kristiani bagi para imam dan awam. 

Disiplin religius juga diteguhkan kembali. Berkat usaha promosi pendidikan yang dilakukan oleh Santo Isidorus, orang-orang Visigoth berhasil ditobatkan dari ajaran sesat arianisme dan akhirnya bersatu dengan Gereja Katolik. Budaya barbarisme mereka pun menghilang. Santo Braulio, Uskup Zaragoza, menyebutkan Santo Isidorus sebagai orang kudus yang diberikan oleh Allah untuk menyelamatkan orang-orang Spanyol dari arus barbarisme yang mengancam peradaban Spanyol.
Santo Isidorus tidak hanya mendorong pendidikan religius tetapi juga pendidikan bahasa, hukum, ilmu alam dan obat-obatan. Santo Isidorus menuliskan sebuah ensiklopedia ilmu pengetahuan universal yang hingga sekarang masih dianggap sebagai salah satu ensiklopedia yang terbaik. Pada abad pertengahan (15 dan 16), beberapa abad sejak ditulis pada abad ke-7, ensiklopedia ini tetap menjadi buku pegangan dan referensi berbagai institusi pendidikan. 

Ensiklopedia itu berjudul “Etymologiae”, terdiri dari 20 buku mengenai berbagai cabang ilmu pengetahuan. Buku “Etymologiae” inilah yang menjadi salah satu dasar mengapa Santo Isidorus dari Sevilla diangkat menjadi Santo Pelindung Aktivitas di Internet. Buku ini menjadi semacam antique database, pusat data yang antik, yang berisi informasi-informasi mengenai berbagai macam topik. 

Tanggal 4 April 636, Santo Isidorus meninggal dan ia dikuburkan di Katedral Sevilla. Pesta Santo Isidorus dari Sevilla dirayakan setiap tanggal 4 April. Santo Isidorus dari Sevilla digelari Doktor Gereja (Pujangga Gereja) oleh Paus Innosensius XIII pada tahun 1722. Pada tahun 1997, Paus Yohanes Paulus II mengangkat Santo Isidorus dari Sevilla sebagai santo pelindung Internet.  

Source: berbagai sumber
Share this post :
Posting Komentar

Google+ Badge

 
Support : bloggerpapua.idm | DownloadRPP | bloggerpapua.id
Copyright © 2015. Fransiskus Kobepa - All Rights Reserved
Admin by dzulcyber.com
Proudly powered by Blogger