Selamat Datang!

Petualangan Sejak Kecil di Wamena



Bersama angin kurima , kabut dan dingin itulah yang aku rasakan ketika berada dikota wamena sekitar tahun 90 an saat itu ,alam dan lingkungan wamena begitu indah tata kota wamena yang begitu rapi dilihat dari pesawat, pasar mama papua khusus dan tukang becak orang asli papua , saat itu banyak sekali yang aku jumpai begitu indah sekali dari kehidupan sekeliling rumah tempat tinggalku sebut saja saat itu aku tingga di kompleks lokasi 3 wamena berdekatan dengan jalan baru , yang saat ini menuju pasar baru wamena dan dekat kali baliem itu.

Awal cerita waktu aku masih umur kecil sekitar kira-kira  9 – 10 tahun dikala itu aku banggun pagi dingin sekali ,hendak mulai mencari korek api didapur untuk nyalakan api ,untuk menghangatkan badan seperti biasanya aku nyalakan api lumayan besarlah untuk beberapa keperluan seperti masak air,masak ipere(umbi-umbian dalam bahasa wamena) dan masak Nasi hal ini sering dilakukan dirumahku dipagi sampil memasak aku dan kaka dan orangtuaku berjemur di tungku api sambil cerita-cerita dan membakar jagung maupun ipere ,hal seperti ini merupakan suatu kebiasaan masyarakat sekitar wamena di kala itu , aku ketika pagi hendak pergi memancing maupun berburu aku dapatkan orang-orang sekitar maupun masyarakat asli juga melakukan hal yang sama di honai (rumah adat wamena) berjemur, memasak dan bercerita hal ini adalah sebuah tradisi dikala itu sebab suasana alam yang dingin,kabut yang lebat dan embun pun banyak terlihat disekeliling halaman.


Setelah pagi berjemur ,hendak mandi untuk bersiap-siap pergi kesekolah saat itu, aku sekolah di SD Inpres Mulele Wamena dengan penuh semangat aku mulai berjalan menuju sekolah biasa dibilang lumayan jaulah namun sudah menjadi kebiasan kita untuk berjalan jauh sejak kecil kami menggap suatu hal yang biasa saja , saat itu SD Inpres Mulele setiap paginya murid-murid melakukan Senam Sajojo (lagu sajojo lagi trend) semasa itu lagu itu dipakai untuk berolaraga senam ,mencari kebugaran agar saat masuk dikelas otak fresh, bugar dan sehat sehingga dapat menerima pelajaran dengan baik.
Beberapa hal menarik di wamena terlihat sejak itu seperti hewan domba , kuda dan kelinci hal ini suatu hal yang luar biasa menurut saya sebab hewan-hewan ini merupakan hewan yang langah dan dan jarang dijumpai di daerah lain di papua sejak itu, terkecuali wamena sebut saja sebut saja kelinci pasti setiap hampir rumah warga di wamena memelihara kelinci bukan hanya hewan saja kita juga bisa melihat hasil kebun yang melimpah seperti tomat,jangung dan ubi-ubian sungguh luar biasa tanpa pupuk tumbuhan ini subur dan tumpuh besar sebut saja tomat dikala itu sangat besar dan dapat di makan mentah pun pastinya enak,ubi-ubian pun sama, bahkan sayur mayur ,dikala itu luar biasa.

Lanjut cerita pulang sekolah bersama teman-teman kompleks hendak pergi mencari ikan di pinggir selokan disebelah sekolah , dengan alat pancingan sederhana kami memburu sesuatu ikan yang tak asing lagi bagi anak-anak sekitar dimasa itu sebut saja ikan todi bahasa keseharian di wamena atau dalam bahasa umumnya disebut ikan poro bibi ikan ini banyak menyita waktu kami untuk mencarinya hanya untuk memancing dengan cacing maupun potongan ipere setelah kami mendapatkan ikan-ikan ini kami tidak memakannya hanya untuk sekedar bermain saja,kadang kami hanya menaruhnya di kaleng lalu buang.

Hari semakin siang juga seusai pulang sekolah berganti baju mulai lagi petualanganku yang baru,dikala itu dengan panas terik kota wamena disiang bolong itu bukan menjadi halangan dan beberapa teman-teman kompleks di kala itu kami mulai berjalan-jalan siang mandi di Minier (salah satu kolam ) ,memasang jerat burung keye(burung tanah) , tembak burung cuit (sering terbang berkelompok) , berjalan mencari bunga anggrek hutan (dikala itu masih terlihat banyak) dan memancing ikan dan udang 

Kebiasanya ini merupakan aktivitasku dan beberapa teman-teman kompleks di kala itu bukan hanya teman kompleks bahkan juga ada teman yang datang dari jauh sebut saja dari Mulele , Wesaput dan beberapa kompleks lainnya di wamena bergabung dan berpetualangan bersama kami mengelilingi lembah kota wamena ini.
berikut ini aktivitas anak-anak negeri maupun pendatang saat tahun 90an di kala itu:
cari burung keye
cari ikan dengan ebay
cari angrek hutan dipohon
cari buah merah (kecil)
cari sarang lebah makan ulat kecil
cari ikan todi alias poro bibi
cari ikan lele keci
cari buah tomi-tomi
cari keong
cari sarang kuning di tanah (sejenis lebah) alias obat luka lokal
ada domba
ada kuda
ada tomat besar
ada pasar mama papua
ada jual kayu bakar
ada tete tua yang umur panjang masih asli dengan atribut adat
ada setan jalan tong bisa tau
ada alam mara tong bisa rasa
ada kali baliem tong kubur badan deng pasir saat panas
ada ikan bokar di got
ada yang mo tambah silahkan sesuai dengan pengalaman?
semua ada semua bisa di cari jadi trada lagi istilah busung lapar,kelaparan dan kurang gisi , masyarkat bekerja dan jual beli dengan sendirinya semua berjalan baik,tetapi kenapa sekarang bisa berubah ada yang kurang atau ada yang salah.

Masih banyak sekali kenangan di kota wamena , setiap orang yang pernah ke wamena pasti mempunyai pengalaman dan hal serupa ,salam cinta wamena
Share this post :
Posting Komentar

Google+ Badge

 
Support : bloggerpapua.idm | DownloadRPP | bloggerpapua.id
Copyright © 2015. Fransiskus Kobepa - All Rights Reserved
Admin by dzulcyber.com
Proudly powered by Blogger