Selamat Datang!

Intisari Karya Sastra Mutakhir (angkatan 70an-sekarang)

1.    Karya Sastra Mutakhir
Pada angkatan 70-an tumbuh dengan subur penulis dan buah penanya dibidang puisi dan drama. Motif dasar pergeseran dari moderen ke mutakhir adalah perubahan dibidang wawasan ,alur ,gaya bahasa,penafsiran,tentang latar,serta bidang material dan sosial.
Sebelum massa mutakhir selalu didukung oleh paham realitas formal yang tampang biologis , realitas sosial dan psikologis. Tidak merasa bahwa tokoh-tokoh Mahabrata,Ramayana,Arjuna Wiwaha,Dewa Ruci ataupun dogeng-dogeng yang hidup didesa-desa bukanah tokoh realism formal ataupun ada dalam bayangan imajinasi sastra/manusia. Kalau formal saja tidak jelas bentuk realitanya. Dunia mengikuti daya khayal manusia untuk membayangkan dan menelusuri tentang keadaan diri ,oranglain,dunia dan alam semesta sekitarnya. Misalnya : Dogeng setan bermata satu atau bermata empat,ular jadi manusia atau ular jadi setan dan sebaliknya. Dalam massa mutakhir ini tokoh-tokoh novel jelas dalam anonimitas seperti Novel Iwan Simatupang bukan fisik yang di jamah tetapi dalam imajinasi tidak terkukung batas daging dan darah.
Novel-novel arus baru berlawanan dengan anti sosiologi , psikologi serta antropologi dengan kesadaran pribadi diutamakan dan bersifat antihero ,antiintelektualisme,antimaterialisme dan anti sosialisme. Misi atau dasar Filsafat arus baru mutakhir adalah manusia mempunyai potensi yang unik yang penting ada Dialog antara tokoh dengan pengarangnya.  Karya-karya sastra kebanyakan bersifat misterius karena bukan berhadapan dengan kenyataan , tidak mungkin ada Dialog dengan sesuatu misteri dan hasilnya tidak komunikatif.
  •  Cerpen Mutakhir Indonesia
Cerpen mutakhir Indonesia berwarna literer bukan sekedar berbobot karena sulit dimengeri isinya dan sukar ditangkap maknanya sebab dengan filsafat tinggi dan melawan logika.
  • Ciri-ciri Prosa Fiksi
Pada tahun 70-an : materinya kehidupan remaja , mahasiswa , pelajar dan lingkungan orang berada. Masalahnya cinta dan segala liku-likunya dan bahasanya adalah bahasa sehari-hari dan bahasa prokem sedangkan gaya ceritanya tidak berbelit-belit ,menggunakan plot dan disusun secara kronologis. Latar yang digunakan sering dikampus , di sekolah , kota besar , pantai ,di gunung ataupun di lembah. Dengan menggunakan ciri-ciri diatas maka cerpen tersebut dinamakan cerita fiksi populer. Dalam cerpen tema tidak terlalu dipentingkan ,yang dipentingkan adalah jalan cerita yang penih ketegaan cerita fiksi populer menyajikan suasana kemudahan , kejelekan dan kenyamanan hidup , mudah dimengerti sederhana dan dapat dimengerti banyak orang.
2.    Ciri-Ciri Prosa Fiksi Leterer
a.    Materi yang diangkat adalah masalah hidup yang kompleks seperti politik dan keyakinan filsafat
b.    Tatanan kata yang primatis ,menyebar makna ,gaya bahaya lebih memberikan itensitas makna.
c.    Gaya pemaparannya cenderung unik dan berbelit-belit
d.    Pemakaian setting atau latar kurang jelas dimana dan kapan persitiwa terjadi
e.    Karakter tokoh dalam cerita fiksi leterer pewartaannya kurang jelas
3.    Puisi angkatan 1970-an
Ciri-cirinya :
a.    Bergaya mantra  dan pengulangan kata frase atau kalimat
b.    Gaya bahasa paralelisme dan hiperbola
c.    Banyak puisi kongkret dan puisi eksperimen
d.    Kata-kata member efek kedaerahan karena ada yang dari bahasa daerah
e.    Banyak penulisan prosais
f.    Banyak kata-kata tabu
    Tema-tema puisi angkatan 70-an
a.    Protes kepincangan sosial dan dampak negatif dan idustrialisasi
b.    Tema humanisme artinya manusia adalah subjek pembangunan
c.    Tema yang melukiskan kehidupan batin para religius
d.    Tema alegori dan pararel
e.    Tema perjuangan hak asasi manusia seperti kebebasan,persamaan hak ,pemerataan bebas dan pencemaran hidup
f.    Tema kritis sosial terhadap tindakan sewenang-wenang dari mereka yang menyelewengkan kekuasaan jabatan nasib masyarakat dan lain-lain.
Sebagai jendral dari angkatan 70-an adalah Sutardji Calcum Bachri.
Penyair muda pada angkatan 70-an adalah :
a.    Sutardji Calcum Backri yang sama pentingnya dengan Chairil Anwar. Buah penanya adalah “Amuk”(1977) , Kapal (1979) puisi ditulis dengan kata-kata bebas berarti mengembalikan kata awal mula. Pada mula kata kursi berarti kursi betul bukan tempat duduk. Pada mulanya ada kata dan kata pertama adalah mantra kata puisi bagi Sutardji adalah mengembalikan kata kepada Mantra . contoh : “Amuk dan Kapak”
Duka dukakau dukakalian dukangiauw
Resahku Resakau Resakrisau Resakalian
Raguku Ragukau Ragumu Ragukalian
Mauku Maukau Mautahu sampai Mau Kalian
Sia-siaku Sia-siakau Siasiasia Siabalau Siarisau
Was-wasku Waswaskau Waswaskalian Waswaswas
        Wasdukaikalian
Dukai sangsai
Oku Okau Okosang Orindu Okalian Obolong
Orisau O Kou O
b.    Yusdistira Ardinugraha
Beliau terkenal sebagai novelis Indonesia. Buah karyanya adalah “Arjuna Mencari Cinta” puisinya adalah mbeling dan bobot filosofisnya contoh puisi “Sajak sikat gigi”
Seseorang lupa mengosok giginya sebelum tidur
Didalam tidurnya dia bermimpi
Ada sikat gigi mengosok-gosok mulutnya supaya terbuka
            Ketika ia bangun pagi hari
            Sikat giginya tinggal sepotong
            Sepotong yang hilang itu agaknya
            Tesesat didalam mimpinya tak bisa kembali
    Puisi Biarin
Kamu bilang hidup ini brengsek ,aku bilang biarin
Kamu bilang hidup ini tak punya arti ,aku bilang biarin
Kamu bilang aku tak punya kepedulian ,aku bilang biarin
Kamu bilang aku tak punya pengertian ,aku bilang biarin
Habisnya terus terang saja ,aku ngak percaya sama kau
Cuma karena kamu merasa asing saja ,makanya
Kamu selalu bilang seperti itu.
c.    Linus Suryadi , buah penanya adalah “Langit kelabu”
d.    Leon Agusta ,Buah penanya adalah “Hukmah matahari dan bulan”
e.    Hamid Jabar,buah penanya adalah cerpen ,esai dan esai elit misalnya puisi “wajah kita”
f.    Eka Budiyanta,buah penanya adalah “sejuta miliyar satu bahasanya” sederahana dan personal
g.    Rahardi , isi puisinya protes dampak negatif dari kemajuan pembangunan. Kumpulan sajaknya adalah “Catatan Harian Sang Koruptor”
h.    Emha Ainun Najib , terkenal sebagai dramawan dan esai buah penanya adalah puisi “Kubakar Cintaku”
Kubaca Cintaku
Dalam Hening Nafasmu
Perlahan Lagu Menyayat
Nasibku yang Penat
            Kubakar Cintaku
            Dalam Sampai Sunyimu
            Agar Lindap, Agar Takap
            Dari Ujung Meralat
i.    Penyair muthakir lainya Taufik Ismail dan Djoko Darmono
j.    Puisi lain yang diciptakan dengan melihat mantra-mantranya SCB sebagai berikut :
        Girisa
Ya Maraya Ya Ramaya
Ya Marani Niramaya
Ya Silapa Palasiya
Ya Midora Doramiya
Ya Midosa Sadomia
Ya Dayuda Dayudaya
Ya Siyasa Sayasiya
Ya Sihama Mahasia
Puisi membolak-balikan suku kata
4.    Puisi Kontemporer Indonesia
Puisi kontemporer adalah bentuk puisi yang berusaha lari dari ikatan konvensional puisi itu sendiri sehingga terjadi puisi yang aneh dan ganjil.
a.    Puisi kontemporer dibedakan menjadi :
Puisi mbeling atau puisi lugu adalah ungkapan yang sederhana tanpa menghiraukan diksi dan bunga-bunga bahasa. Pada umumnya mengeritik kehidupan masyarakat contoh “Sebuah Mimpi”
seorang anak yang malang
mimpi ketemu Sinter klas tadi Malam
katanya surga ada di bawah telapak kaki Ibu

        pagi-pagi sekali anak yang malang itu
        menangis di depan ibunya
        yang telah terputus kedua kakinya
Dalam baris ibunya yang terputus kedua kakinya tampak jelas kelakar betul surge ada disana bila ibu atau orangtua mendapat kecelakaan
b.    Puisi Tipografi
Puisi Tipografi adalah puisi yang lebih mementingkan gambaran atau fisual dari puisi tersebut. Penulis lebih mementingkan lukisan bentuk disamping kata-kata dan arti . Contoh :
                betul
                    kau pasti
            sedang menghitung
              beberapa nasib lagi tinggal
                   sebelum fajar terakhir kau tutup
                tanpa seorangpun tahu siapa kau dan
                  di
                  kau
                    (Noorca Marendram “DR”
c.    Puisi Konvensional
Puisi Konvensional adalah puisi yang menentang idium-idium dan tidak menghiraukan hubungan makna setiap kata serta terjadi jungkirbalikan kata-kata. Contoh : “Sepisaupi”
Sepisau luka sepisau duri
Sepikul dosa sepukau sepi
Sepisau duka serisau diri
Sepisau sepi sepisau nyanyi
Sepisaupa sepisaupi
Sepisapa sepisaupi
Sepisaupa sapisapi
Sampai pisaunya kedalam nyanyi
d.    Puisi yang mengunakan unsur bunyi puisi seperti itu bentuk puisi lama mantra pada jaman purba. Puisi ini semakin kuat bunyi semakin tinggi nilai magis yang terkandung dalam mantra tersebut. Contoh “Kau”
Tidak Adam
Tidak Aku
Tidak Dayang-dayangmu
Menggapai
Menggapai-gapaiku
Langit
Mencari surgawi
            Mencari Wa
            Mencari Wu
            Mencari Wi
            Mencari Wa Wu Wi
            Mencari Wi Wu Wa
            Yang hanya Wa
            Yang hanya Wu
            Yang hanya Wi
            Yang hanya Wa Wu Wi
            Yang hanya Wi Wu Wa
Penukaran bunyi Wa Wu Wi member kesan luas dan agung selain memberi sedih dan duka. Kesan Wa Wu Wi artinya mencari Wa mencari Wu Mencari Wi diartikan sebagai mencari kebahagiaan. Namun di jawab dengan baris-baris yang hanya Wa yang hanya Wu dan yang hanya Wi berarti dijumpai hanyalah kepedihan dan kedukaan.
e.    Puisi yang banyak mengunakan symbol dari pada kata-kata frase atau kalimat. Contoh :
   
 
f.    Puisi kongkrit adalah puisi yang digunakan penyair dari benda-benda kongkrit
g.    Pengarang wanita :
·    Nurhayati Suhardini, buah penanya adalah pada sebuah kapal ,namaku Hirako dan La Berka
·    Sri Rahayu Prihatmi , buah penanya adalah Drama Niken ,Novel diatas puing-puing dan suami beristri dua
·    Titis Basio ,buah penanya adalah Novel penghianatan suami dalam perkawinan
·    Ishasiah Sumarto ,buah penanya adalah Novel Tenggelamnya Punai dan Angguk tak pernah berdosa
·    Maria Ave Kotappo , buah penanya adalah rumah diatas jembatan
5.    Puisi baru berdasarkan jumlah baris dan contohnya :
1.    Distichon : tiap bait dua seuntai , contoh:
Kucari Jawab
Dimana Air didasar kolam Kucari 
Kucari Jawab teka-teki Alam
    Ya Allah yang maha dalam
    Berikan jawab teka-teki Alam
        Tatengkeng (1974)
2.    Terzhina : tiap bait tiga sentai
Di tengah sunyi
Ditengah sunyi menderu rindu
Seperti topan meranggutkan tepan
Mencabut akar meranggutkan kembang kalbuku
    Ditopan ini berdiri bayangmu
    Seperti bulan meranggutkan badan
    Menerangi laut menyampaikan hayat dadaku
        Efendi (1953)
3.    Kuatreen : tiap bait empat seuntai
Lagu Waktu Kecil
Lagu kecil
Lagu mencicil
Dijinjin kenangan menempuh umur
Tidak akan kulupa sampai ke kubur
4.    Kuin : tiap bait lima seuntai
Mencari
Segala buku
Perpustakaan dunia
Sudah kubaca
Segala filsafat
Sudah kuperiksa
    Sanusi Pane (1957)
5.    Sektet  : tiap baris enam seuntai
Bunda dan anak
Masak jambak
Buah sebuah
Diperam alam diujung dalam
Merah darah
Beruris – uris
Bendera masak bagi selera
    Effendi (1956)
6.    Septima : tiap bait tujuh baris seuntai
Alam
Alam penuh oleh duri dustaan
Diliputi dosa keganasan nafsu
Pertempuran dendam merah dan sayu
Alam tempat bunga berkarang duri
Gua godaan pencintaan putri
Mengeluh menagis merindu cinta
Meratap mengigir kunjung tiada berkata
        Effendi (1953)
7.    Oktaf : tiap bait delapan baris seuntai
Mencari
Aku Mencari
Di Kubur india
Aku pesiar
Dikebun yunani
Aku berjalan
Ditanah roma
Aku mengembara
Di dunia barat
    Sanusi Pane (1953)
8.    Soneta : puisi yang terdiri dari empat belas baris. Bait satu dan dua terdiri dari empat-empat baris (delapan baris) satu oktaf dan baris tiga dan empat masing-masing terdiri dari tiga baris (enam baris) disebut sebut sektet. Contoh :

Dalam Gelombang
Alun bergulung naik meninggi,
Turun melembah jauh kebawah,
Lidah ombak menyerah buih,
Surut kembali di air gemuruh.
    Kami mengalung disamudramu,
    Bersorak gembira tinggi membukit,
    Sedih mengaduh jatuh kebawah,
    Silih berganti tiada berhenti.
Didalam suka di dalam duka,
Waktu bahagia waktu merana
Masa tertawa massa kecewa
    Kami berbuai dalam nafasmu,
    Tiada kuasa tiada berdaya,
    Turun naik dalam rama’mu
            Tatengkeng (1974)
9.    Sajak bebas adalah puisi yang setiap bait tidak tergantung dari jumlah baris. Contoh  :
Selamat Tinggal
Aku berkaca

Ini muka penuh luka
Siapa punya ?

Kudengar seru menderu
Dalam hatiku ?
Apa hanya angin lalu ?

Lagu lain pula
Menggelepar tengah malam buta

Ah……!!
Segala menebal ,segala mengental
Segala tak kukenal….!!
Selamat tinggal…..!!
    Anwar (1959)
10.    Balada adalah puisi cerita atau puisi etis. Bahan diambil dari cerita rakyat tentang kepercayaan rakyat pada magi (kekuatan gaib) dan animisme.

Source : Berbagai Sumber
Share this post :
Posting Komentar

Google+ Badge

 
Support : bloggerpapua.idm | DownloadRPP | bloggerpapua.id
Copyright © 2015. Fransiskus Kobepa - All Rights Reserved
Admin by dzulcyber.com
Proudly powered by Blogger